Soal Penembakan Maut di Exit Tol Selatan Jakarta, Ini Fakta Terbarunya!
Perhatian! Ini Gejala Varian Omicron pada Pasien COVID-19
Beredar Seruan Rizieq Agar Umat Islam Banjiri Reuni 212?

loading...
 

Sarangberita.com > Otomotif
 
Ini Asal-usul Kode Pelat Nomor RI Sejak Zaman Penjajahan
 
13-08-2021 12:20:28 - Dibaca 770 Kali
 
 
Ini Asal-usul Kode Pelat Nomor RI Sejak Zaman Penjajahan
Ilustrasi Pelat Nomor. (Sumber Foto : seva.id)
 
 
Pelat nomor adalah penanda identitas yang harus menempel di kendaraan terdaftar di kepolisian. Kode huruf dan angka pada pelat nomor bisa berbeda-beda tergantung teritori kepolisian daerah.

Huruf yang berada di paling kiri pelat nomor merupakan kode wilayah. Sedangkan angka dan huruf yang berada di bagian tengah serta kanan adalah Nomor Registrasi Kendaraan Bermotor (NRKB).

Berdasarkan literasi yang tersebar online, asal-usul kode pelat nomor di Indonesia terinsipirasi dari penamaan sejak zaman penjajahan pada 1800-an.

Kode wilayah A sampai Z berasal dari 26 batalion tentara Inggris yang pernah datang ke Indonesia pada 1811 untuk merebut berbagai wilayah dari tangan Belanda.

Tentara Inggris menamai wilayah Batavia (sekarang Jakarta) dengan tanda huruf 'B' untuk kendaraan agar mudah dikenali. Hal ini berdasarkan batalion B yang berhasil menduduki wilayah Batavia.

Batalion A disebut menduduki wilayah Banten, sebab itu kendaraan di daerah ini memiliki kode wilayah A. Demikian juga dengan Surabaya direbut batalion L dan Madura oleh batalion M.

Kode wilayah kebanyakan hanya satu huruf, namun tidak untuk beberapa area seperti Yogyakarta (AB) dan Solo (AD). Dulu wilayah ini dikuasai Kerajaan Mataram dianggap wilayah negara tersendiri, bukan kekuasaan Belanda.

Kerajaan Mataram memilih menyerah dan bergabung ke Inggris, jadi saat itu dikirim batalion A dan B untuk ke Yogyakarta sehingga diberi kode wilayah AB.






Sementara Solo didatangi batalion A dan D sehingga jadi AD.

Tidak semua batalion tentara Inggris ikut bertempur seperti batalion C, I, J, O, Q, U, V, W, X, Y, dan Z yang dijadikan pasukan cadangan. Sebab itu kode wilayah ini tidak populer dan awalnya tidak digunakan sebagai identitas pelat nomor.

Thomas Stanford Raffles membentuk wilayah administratif berdasarkan kode militer itu setelah Inggris berhasil merebut Jawa. Kemudian Belanda yang kembali pada 1816 melanjutkan sistem penomoroan tadi lantas memperluas ke Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Maluku.


Pelat nomor kendaraan pribadi sejak dulu berwarna latar hitam tulisan putih, namun mulai tahun ini kepolisian menggantinya menjadi latar putih tulisan hitam untuk memudahkan identifikasi kamera pengawas lalu lintas.

Selain untuk kendaraan pribadi, pelat nomor putih tulisan hitam juga digunakan untuk kendaraan badan hukum, perwakilan negara asing, dan badan internasional.

Pelat nomor juga bisa punya warna lain, yaitu kuning tulisan putih untuk kendaraan umum, merah tulisan putih untuk kendaraan instansi pemerintah, dan hijau tulisan hitam buat kendaraan di kawasan perdagangan bebas.

Kemudian juga ada warna khusus lis biru untuk kendaraan listrik.

Aturan baru soal pelat nomor ini terdapat di Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2021 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor.

Berikut daftar kode wilayah pelat nomor di Indonesia:

Daerah Sumatera

BL = Aceh Kota Banda Aceh
BB = Sumatera Utara bagian Barat (pesisir Barat)
BK = Sumatera Utara bagian Timur (pesisir Timur)
BA = Sumatera Barat Kota Padang
BM = Riau
BP = Kepulauan Riau
BG = Sumatera Selatan
BN = Kepulauan Bangka Belitung
BE = Lampung: Kota Bandar Lampung
BD = Bengkulu
BH = Jambi






Wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten

A = Banten: Kabupaten/Kota Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Cilegon, Kabupaten Lebak, sebagian Kabupaten Tangerang
B = DKI Jakarta, Kabupaten/Kota Tangerang, Kabupaten/Kota Bekasi
D = Kabupaten/Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat
E = Eks Karesidenan Cirebon: Kabupaten Cirebon
F = Eks Karesidenan Bogor: Kabupaten/Kota Bogor (F - A-R), Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi
T = Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Karawang, sebagian Kabupaten Bekasi, Kabupaten Subang
Z = Kabupaten Garut, Kabupaten/Kota Tasikmalaya, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar

Wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta

G = Eks Karisidenan Pekalongan: Kabupaten/Kota Pekalongan, Kabupaten/Kota Tegal, Kabupaten Brebes, Kabupaten Batang, Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Kendal, Kabupaten Demak
H = Eks Karesidenan Semarang, Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Kendal, Kabupaten Demak
K = Eks Karesidenan Pati: Kabupaten Pati, Kabupaten Kudus, Kabupaten Jepara, Kabupaten Rembang, Kabupaten Blora, Kabupaten Grobogan, Kecamatan Cepu
R= Eks Karesidenan Banyumas: Kabupaten Banyumas, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banjarnegara
AA = eks Karesidenan Kedu: Kabupaten/Kota Magelang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Wonosobo
AB = DI Yogyakarta: Kota Yogyakarta
AD = eks Karesidenan Surakarta: Kota Surakarta

Wilayah Jawa Timur

L = Kota Surabaya
M = Eks Karesidenan Madura
N = Eks Karesidenan Malang
P = Eks Karesidenan Besuki: Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi
S = Eks Karesidenan Bojonegoro: Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten/Kota Mojokerto, Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Jombang
W = Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik
AE = Eks Karesidenan Madiun:
AG = Eks Karesidenan Kediri:

Wilayah Sulawesi

DB = Sulawesi Utara
DL = Sulawesi Utara Kepulauan(Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud, Kabupaten Kepulauan Sitaro)
DM = Gorontalo
DN = Sulawesi Tengah
DT = Sulawesi Tenggara
DD = Sulawesi Selatan(Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Kabupaten Takalar, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Bulukumba, Kabupaten Selayar)
DW = Kabupaten Bone, Kabupaten Soppeng, Kabupaten Wajo, Kabupaten Sinjai)
DP = Sulawesi Selatan III (Kabupaten Barru, Kota Parepare, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kabupaten Enrekang, Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Toraja Utara, Kabupaten Luwu, Kota Palopo, Kabupaten Luwu Utara, Kabupaten Luwu Timur
DC = Sulawesi Barat






Wilayah Kalimantan

DA = Kalimantan Selatan
KB = Kalimantan Barat
KH = Kalimantan Tengah
KT = Kalimantan Timur

Wilayah Bali dan Nusa Tenggara

DK = Bali
DR = Pulau Lombok: Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Tengah
EA = Pulau Sumbawa: Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu, Kabupaten/Kota Bima
DH = Pulau Timor: Kabupaten/Kota Kupang, Kabupaten TTU, TTS, Kabupaten Rote Ndao
EB = Pulau Flores dan kepulauan: Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Ngada, Kabupaten Ende, Kabupaten Sikka, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata, Kabupaten Alor
ED = Pulau Sumba: Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sumba Timur

Wilayah Maluku dan Papua

DE = Maluku
DG = Maluku Utara
DS = Papua dan Papua Barat
 
Video :
 
Artikel ini telah tayang di cnnindonesia.com dengan judul: Asal-usul Kode Pelat Nomor Indonesia Sejak Zaman Penjajahan
 
Sumber : cnnindonesia.com
 
 
 
 
- OTOMOTIF -
Ini Asal-usul Kode Pelat Nomor RI Sejak Zaman Penjajahan
Begini Cara Menghitung Jumlah Denda Telat Bayar Pajak Motor!

(17-10-2021 09:35:53 - Dibaca 993 Kali)

Ini Asal-usul Kode Pelat Nomor RI Sejak Zaman Penjajahan
Ini Harga Ban Tanpa Udara yang Diperkirakan Bakal Dipasarkan 2024!

(14-10-2021 12:33:22 - Dibaca 1.328 Kali)

Ini Asal-usul Kode Pelat Nomor RI Sejak Zaman Penjajahan
Emerson Yuntho: Valentino Rossi Tak Mungkin Dapat SIM C di Indonesia!

(16-09-2021 09:19:25 - Dibaca 729 Kali)

Ini Asal-usul Kode Pelat Nomor RI Sejak Zaman Penjajahan
Polisi Ubah Warna Pelat Nomor Jadi Putih Tulisan Hitam, Ini Alasannya!

(12-08-2021 07:07:19 - Dibaca 737 Kali)

Ini Asal-usul Kode Pelat Nomor RI Sejak Zaman Penjajahan
Perhatian! Jangan Mencuci Mobil dengan Sabun Colek, Ini Alasannya!

(09-07-2021 07:36:48 - Dibaca 429 Kali)

Ini Asal-usul Kode Pelat Nomor RI Sejak Zaman Penjajahan
Perhatian! SIM C Kini Dibagi Tiga Jenis, Dibedakan Berdasarkan CC Motor

(31-05-2021 07:44:36 - Dibaca 776 Kali)

Ini Asal-usul Kode Pelat Nomor RI Sejak Zaman Penjajahan
Ini Posisi Gigi yang Tepat Saat Mobil Matic Setop di Lampu Merah

(05-05-2021 09:05:04 - Dibaca 729 Kali)

Ini Asal-usul Kode Pelat Nomor RI Sejak Zaman Penjajahan
Ini Daftar 21 Mobil Diskon PPnBM, Toyota Vios Terbesar!

(02-03-2021 11:08:57 - Dibaca 645 Kali)

Ini Asal-usul Kode Pelat Nomor RI Sejak Zaman Penjajahan
Ini Daftar 21 Mobil yang Bebas PPnBM Mulai 1 Maret!

(27-02-2021 16:28:07 - Dibaca 591 Kali)

Ini Asal-usul Kode Pelat Nomor RI Sejak Zaman Penjajahan
Mobil Pilihan Petani Miliarder Tuban: Fortuner Hingga Pajero Sport!

(17-02-2021 09:12:10 - Dibaca 521 Kali)

Ini Asal-usul Kode Pelat Nomor RI Sejak Zaman Penjajahan
Ini Daftar Mobil Potensi 'Murah' Jika Pajak 0 Persen Dikabulkan!

(12-02-2021 08:10:42 - Dibaca 1.052 Kali)

Ini Asal-usul Kode Pelat Nomor RI Sejak Zaman Penjajahan
Wuling Hadirkan Fitur Baru WISE, Mobil Bisa Dikontrol Jarak Jauh?

(04-02-2021 22:21:44 - Dibaca 565 Kali)

 
- BERITA LAIN -
Ini Asal-usul Kode Pelat Nomor RI Sejak Zaman Penjajahan
Soal Penembakan Maut di Exit Tol Selatan Jakarta, Ini Fakta Terbarunya!

(29-11-2021 09:43:09 - Dibaca 812 Kali)

Ini Asal-usul Kode Pelat Nomor RI Sejak Zaman Penjajahan
Perhatian! Ini Gejala Varian Omicron pada Pasien COVID-19

(29-11-2021 09:33:39 - Dibaca 893 Kali)

Ini Asal-usul Kode Pelat Nomor RI Sejak Zaman Penjajahan
Beredar Seruan Rizieq Agar Umat Islam Banjiri Reuni 212?

(28-11-2021 15:17:03 - Dibaca 913 Kali)

Ini Asal-usul Kode Pelat Nomor RI Sejak Zaman Penjajahan
Fadli Zon Kritik UU Ciptaker: Terlalu Banyak 'Invisible Hand'

(28-11-2021 06:54:40 - Dibaca 723 Kali)

Ini Asal-usul Kode Pelat Nomor RI Sejak Zaman Penjajahan
7 Obat Vertigo yang Alami dan Ampuh, Mudah Ditemukan

(25-11-2021 07:18:39 - Dibaca 883 Kali)

Ini Asal-usul Kode Pelat Nomor RI Sejak Zaman Penjajahan
Jokowi Bakal Ganti PNS dengan Robot AI? Benarkah?

(25-11-2021 07:07:06 - Dibaca 750 Kali)

Ini Asal-usul Kode Pelat Nomor RI Sejak Zaman Penjajahan
Protes Kenaikan UMP, 2 Juta Buruh Disebut Bakal Demo?

(23-11-2021 07:28:17 - Dibaca 680 Kali)

Ini Asal-usul Kode Pelat Nomor RI Sejak Zaman Penjajahan
Jadi Tersangka Kasus Dugaan Suap, Bupati Kuansing Riau Gugat KPK?

(23-11-2021 07:08:29 - Dibaca 567 Kali)

Ini Asal-usul Kode Pelat Nomor RI Sejak Zaman Penjajahan
Hanya Sisa Satu Wakil RI di Indonesia Masters 2021, Ini Kata PBSI!

(20-11-2021 06:19:54 - Dibaca 704 Kali)

Ini Asal-usul Kode Pelat Nomor RI Sejak Zaman Penjajahan
Lawan Buzzer Penyerang Ulama dan Anies, MUI DKI Mau Bentuk Cyber Army?

(20-11-2021 06:06:22 - Dibaca 1.069 Kali)

Ini Asal-usul Kode Pelat Nomor RI Sejak Zaman Penjajahan
12 Negara Ini Dipastikan Lolos ke Piala Dunia 2022!

(17-11-2021 06:56:28 - Dibaca 868 Kali)

Ini Asal-usul Kode Pelat Nomor RI Sejak Zaman Penjajahan
MA Sunat Vonis Rizieq Jadi 2 Tahun Bui, Mengapa?

(16-11-2021 07:03:41 - Dibaca 934 Kali)

Fadli Zon Kritik UU Ciptaker: Terlalu Banyak 'Invisible Hand'
7 Obat Vertigo yang Alami dan Ampuh, Mudah Ditemukan
Jokowi Bakal Ganti PNS dengan Robot AI? Benarkah?

TERPOPULER

1. Pergub Ahok Dicabut, Ini Komentar Tegas Refly Harun!

2. Dulu Sering Kritik Ahok, Sekarang Mereka Sering Membela, Mengapa?

3. Anies Sebut Gaji Ketua KPK DKI Rp 41 juta Sudah Sesuai Aturan, Aturan dari mana?

4. Ketua DPR Puan Maharani Perintahkan DKI Kembalikan Monas Sedia Kala!

5. Fadli Zon Tuding Alumni UI Pendukung Jokowi Tak Berakal Sehat, Apa maksudnya?

6. Cucu Jokowi Jan Ethes Dipersoalkan Kubu Prabowo, Ini Kata Bawaslu!

7. SBY Minta Jokowi Tinggalkan Legacy yang Baik Setelah Tak Menjabat Presiden, Apa maksudnya?

8. Tanggapi Maklumat Rizieq, Yusril Perintahkan Usir Anggota FPI dari PBB!

9. Paslon 02 Pakai Jas, Peci dan Gelar Haji di Surat Suara, Ini Alasannya!

10. Ini Reaksi Ganjar Soal Prabowo Sebut Jateng Lebih Besar dari Malaysia!



DAERAH SEPAKBOLA UNIK BADMINTON MOTOGP FOOD HIBURAN JAKARTA KESEHATAN NASIONAL
LIFESTYLE POLITIK TRAVEL INTERNASIONAL OTOMOTIF TEKNO & SAINS VIDEO PENDIDIKAN SPORT INSPIRATION

SARANGBERITA.COM adalah media informasi tentang segala macam berita nasional maupun internasional.
Sebagai media belajar, pengetahuan dan menambah wawasan.
Menyajikan berita dari berbagai sumber terpercaya baik dari Indonesia maupun dari luar Indonesia.
Copyright ET24 @022017