Anies Sebut Tiongkok Soal Anggaran Bambu, Ini Kritik Tegas Tsamara!
Ada Truk BBM Terbakar di Tol Cawang dan Dilaporkan ada yang Tewas!
Tak Sepakat Dengan Amien Rais, NasDem: Masa Menang Ikut Program yang Kalah?



loading...

Sarangberita.com > Politik
 
Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
 
06-01-2019 10:31:51 - Dibaca 137 Kali
 
 
Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Sumber Foto : cnnindonesia.com
 
loading...
 
Pengurus DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengkritik format debat kandidat capres-cawapres yang akan diterapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) 17 Januari mendatang. Dia menganggap paslon tidak perlu diberikan pertanyaan beberapa hari sebelum debat dilaksanakan.

Diketahui, KPU akan memberikan puluhan pertanyaan dari panelis kepada paslon beberapa hari sebelum debat dilaksanakan. Kemudian, saat debat, moderator hanya mengajukan tiga dari puluhan pertanyaan yang diberikan.

"Memberikan daftar pertanyaan seminggu sebelum debat sama saja menjadikan debat ini sebagai ajang lomba menghafal," kata Ferdinand saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (5/1).


Menurut Ferdinand, debat pilpres adalah ajang untuk mengukur wawasan, pemahaman, dan kapasitas para kontestan yang mana merupakan calon pemimpin bangsa. Karenanya, Ferdinand menganggap KPU merusak esensi debat ketika mengirimkan pertanyaan beberapa hari sebelumnya.

"Anak SD saja mau ujian tidak dikasih soal dan dilarang bawa contekan. Masa capres-cawapres kalah sama anak SD?" lanjutnya.

"Yang pasti KPU tak mampu menjaga kualitas pilpres ini dengan baik untuk menghasilkan pemimpin yang baik, berwawasan dan mampu mengurus negara ini ke depan," kata Ferdinand.

Ferdinand seolah tetap tidak terima ketika KPU hanya mengajukan beberapa dari puluhan pertanyaan yang diberikan kepada paslon. Meski pertanyaan yang diajukan saat debat dilakukan secara acak atau tanpa sepengetahuan paslon sekalipun.

Menurutnya, segala hal yang akan muncul dalam debat tidak boleh dibeberkan terlebih dahulu, kecuali tema. Dia menganggap debat nanti hanya akan menjadi ajang pura-pura debat lantaran paslon sudah mengetahui yang akan ditanyakan moderator.

"Alasan dari 10 pertanyaan tapi yang akan ditanya cuma 3 itu kan alasan tak bermutu. Kalau sudah dibuka itu namanya pura-pura debat, pura-pura ditanya," ujar Ferdinand.

Ferdinand kemudian menilai KPU sedang berupaya berpihak kepada kubu Jokowi-Ma'ruf. Menurutnya, format debat yang mana pertanyaan diberikan terlebih dahulu menguntungkan kubu paslon nomor urut 01.

"Tampaknya, ini dugaan saya ya, KPU sedang berupaya berpihak dan memberi kemudahan kepada paslon 01. Capres cawapresnya kita lihat diberi kemudahan untuk jadi penghapal," kata Ferdinand.

Ferdinand lantas mengatakan bahwa paslon yang diusung partainya, yakni Prabowo Subianto - Sandiaga Uno sangat siap menghadapi debat. Termasuk jika pertanyaan tak diberikan terlebih dahulu.

"Sangat siap. Justru pertanyaan harus ditutup. Ini untuk mengetahui kapasitas capres-cawapres kita," kata Ferdinand.

KPU bakal menggunakan dua format saat debat capres-cawapres 17 Januari mendatang bertema HAM, Terorisme, Hukum, dan Korupsi. KPU akan menggabungkan pertanyaan terbuka dan tertutup.

Pada pakem pertanyaan terbuka, KPU mengirimkan pertanyaan kepada para paslon 10 hari sebelum debat dilaksanakan. Ada sekitar 20 pertanyaan. Lalu, hanya tiga pertanyaan yang diajukan saat debat berlangsung.

"Nanti secara acak mereka diberi pertanyaan dari yang sudah diserahkan sebelumnya. Misal ada 20 pertanyaan, hanya tiga yang akan diajukan. Kira-kira begitu," kata Ketua KPU Arief Budiman usai rapat perdana panelis debat di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta Pusat, Sabtu (5/11).

Pakem pertanyaan tertutup sendiri adalah ketika paslon saling melempar pertanyaan. Disebut tertutup lantaran seluruh peserta debat benar-benar tidak mengetahui apapun yang akan ditanyakan oleh lawannya.
 
Artikel ini telah tayang di cnnindonesia.com dengan judul: Demokrat Persoalkan KPU Beri Pertanyaan Sebelum Debat
 
Sumber : cnnindonesia.com
 
 
 
 
- POLITIK -
Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Tak Sepakat Dengan Amien Rais, NasDem: Masa Menang Ikut Program yang Kalah?

(21-07-2019 08:48:13 - Dibaca 246 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Amien Rais Minta Rekonsiliasi Porsi 55:45, Ini Respon Tegas PDIP!

(21-07-2019 08:43:37 - Dibaca 587 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Ketum PAN Klaim Amien Rais Dukung Jokowi, Ini Protes Hanafi Rais!

(20-07-2019 10:30:52 - Dibaca 201 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Kelompok Radikal Dinilai Tersudut Karena Pertemuan Jokowi-Prabowo?

(17-07-2019 09:01:02 - Dibaca 236 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Munarman Klaim Rizieq Sudah Tidak Ada Perkara, Benarkah?

(16-07-2019 08:24:28 - Dibaca 216 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Terkait Pertemuan Jokowi-Prabowo, Ini Respon Erick Thohir dan Sandi!

(14-07-2019 10:47:47 - Dibaca 259 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
GNPF Tarik Diri dari Barisan Pendukung Prabowo-Sandi, Mengapa?

(14-07-2019 10:38:34 - Dibaca 494 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
PKS Kritik Prabowo Tak Serukan Opisisi, Ini Pembelaan Gerindra!

(13-07-2019 17:27:31 - Dibaca 266 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Tanggapi Moeldoko, Dahnil Sebut Rizieq Bukan Tak Mau Pulang Tapi Tak Bisa Pulang?

(10-07-2019 09:53:11 - Dibaca 474 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Rekonsiliasi Dikaitkan Dahnil dengan Kepulangan Rizieq, Ini Respon Tegas Ngabalin!

(06-07-2019 14:38:12 - Dibaca 513 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
NasDem Sebut PAN Selalu Membodohkan Program Jokowi Selama Kampanye!

(04-07-2019 19:58:57 - Dibaca 274 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Mayoritas Pimpinan Wilayah PAN Ingin ke Jokowi, Bagaimana dengan Amien Rais?

(03-07-2019 14:45:07 - Dibaca 424 Kali)

 
- BERITA LAIN -
Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Anies Sebut Tiongkok Soal Anggaran Bambu, Ini Kritik Tegas Tsamara!

(21-07-2019 10:12:24 - Dibaca 740 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Ada Truk BBM Terbakar di Tol Cawang dan Dilaporkan ada yang Tewas!

(21-07-2019 10:04:44 - Dibaca 187 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Tak Sepakat Dengan Amien Rais, NasDem: Masa Menang Ikut Program yang Kalah?

(21-07-2019 08:48:13 - Dibaca 246 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Amien Rais Minta Rekonsiliasi Porsi 55:45, Ini Respon Tegas PDIP!

(21-07-2019 08:43:37 - Dibaca 587 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Ketum PAN Klaim Amien Rais Dukung Jokowi, Ini Protes Hanafi Rais!

(20-07-2019 10:30:52 - Dibaca 201 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Soal Pemindahan Ibu Kota, Ahok: Mudah-mudahan Pak Jokowi Pilih Kaltim!

(19-07-2019 05:58:25 - Dibaca 322 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Anies Tunda Sehari Kepulangannya dari Luar Negeri, Buat apa?

(18-07-2019 19:06:51 - Dibaca 148 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Gerindra DKI Bela Anies Soal Instalasi Bambu Rp550 Juta, Mengapa?

(18-07-2019 18:59:01 - Dibaca 303 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Deretan Aksi Begal Payudara di Yogya Makin Panjang!

(18-07-2019 08:22:55 - Dibaca 400 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Instalasi Bambu di Bundaran HI Dibongkar Petugas, Mengapa?

(18-07-2019 08:16:10 - Dibaca 275 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Ahmad Dhani Resmi Ajukan Banding dan Minta Vonis Dibatalkan?

(17-07-2019 19:45:36 - Dibaca 182 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Ratna Sarumpaet Ajukan Banding Kasus Hoaks!

(17-07-2019 19:41:07 - Dibaca 125 Kali)

Amien Rais Minta Rekonsiliasi Porsi 55:45, Ini Respon Tegas PDIP!
Ketum PAN Klaim Amien Rais Dukung Jokowi, Ini Protes Hanafi Rais!
Soal Pemindahan Ibu Kota, Ahok: Mudah-mudahan Pak Jokowi Pilih Kaltim!

TERPOPULER

1. Anies Tantang Balik yang Kritik Untuk Atasi Masalah Kali Item!

2. Prabowo Sebut Rakyat Sudah Lelah dengan Pemerintahan yang Kotor?

3. Proyek 6 Ruas Tol DKI Diambil Alih Pemerintah Pusat Karena Anies Menolak Lanjutkan?

4. Anies Tolak Laporkan Hadiah dari Ulama Ghana, Ini Reaksi Tegas KPK!

5. Setelah Singapura, Sandiaga akan Kunker ke Rusia, Mau apa?

6. Ini Alasan Sandiaga Pemprov DKI Impor Bawang Putih dari China!

7. Dinilai Mampu Putus Rezim yang Zalim, Antasari Deklarasi Dukung Jokowi!

8. Prabowo-Amien-Fuad Bawazier Serang Soal Freeport, Inilah Jawaban Brilian Presiden Jokowi!

9. Anies Bentuk Tim Baru Untuk Atasi Masalah Dalam Perumusan, Perumusan apa?

10. Gerindra Klaim Kinerja DKI Tetap Baik Walau Anies-Sandi Sibuk Pilpres, Benarkah?




HUKUM & KRIMINAL EKONOMI REGIONAL JAKARTA KESEHATAN NASIONAL LIFESTYLE POLITIK TRAVEL INTERNASIONAL
OTOMOTIF TEKNOLOGI VIDEO SEKOLAH SPORT INSPIRATION PROPERTI PERISTIWA FINANCE

SARANGBERITA.COM adalah media informasi tentang segala macam berita nasional maupun internasional.
Sebagai media belajar, pengetahuan dan menambah wawasan.
Menyajikan berita dari berbagai sumber terpercaya baik dari Indonesia maupun dari luar Indonesia.
Copyright ET24 @022017