Sandiaga Klaim Rasakan Kemenangan Seperti di Pilgub DKI 2017?
Survei JSI Sebut Elektabilitas Jokowi Tinggalkan Prabowo!
GP Ansor Deklarasi Gerakan Rabu Putih dan Lawan Hoax!



loading...

Sarangberita.com > Politik
 
Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
 
06-01-2019 10:31:51 - Dibaca 94 Kali
 
 
Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Sumber Foto : cnnindonesia.com
 
loading...
 
Pengurus DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengkritik format debat kandidat capres-cawapres yang akan diterapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) 17 Januari mendatang. Dia menganggap paslon tidak perlu diberikan pertanyaan beberapa hari sebelum debat dilaksanakan.

Diketahui, KPU akan memberikan puluhan pertanyaan dari panelis kepada paslon beberapa hari sebelum debat dilaksanakan. Kemudian, saat debat, moderator hanya mengajukan tiga dari puluhan pertanyaan yang diberikan.

"Memberikan daftar pertanyaan seminggu sebelum debat sama saja menjadikan debat ini sebagai ajang lomba menghafal," kata Ferdinand saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (5/1).


Menurut Ferdinand, debat pilpres adalah ajang untuk mengukur wawasan, pemahaman, dan kapasitas para kontestan yang mana merupakan calon pemimpin bangsa. Karenanya, Ferdinand menganggap KPU merusak esensi debat ketika mengirimkan pertanyaan beberapa hari sebelumnya.

"Anak SD saja mau ujian tidak dikasih soal dan dilarang bawa contekan. Masa capres-cawapres kalah sama anak SD?" lanjutnya.

"Yang pasti KPU tak mampu menjaga kualitas pilpres ini dengan baik untuk menghasilkan pemimpin yang baik, berwawasan dan mampu mengurus negara ini ke depan," kata Ferdinand.

Ferdinand seolah tetap tidak terima ketika KPU hanya mengajukan beberapa dari puluhan pertanyaan yang diberikan kepada paslon. Meski pertanyaan yang diajukan saat debat dilakukan secara acak atau tanpa sepengetahuan paslon sekalipun.

Menurutnya, segala hal yang akan muncul dalam debat tidak boleh dibeberkan terlebih dahulu, kecuali tema. Dia menganggap debat nanti hanya akan menjadi ajang pura-pura debat lantaran paslon sudah mengetahui yang akan ditanyakan moderator.

"Alasan dari 10 pertanyaan tapi yang akan ditanya cuma 3 itu kan alasan tak bermutu. Kalau sudah dibuka itu namanya pura-pura debat, pura-pura ditanya," ujar Ferdinand.

Ferdinand kemudian menilai KPU sedang berupaya berpihak kepada kubu Jokowi-Ma'ruf. Menurutnya, format debat yang mana pertanyaan diberikan terlebih dahulu menguntungkan kubu paslon nomor urut 01.

"Tampaknya, ini dugaan saya ya, KPU sedang berupaya berpihak dan memberi kemudahan kepada paslon 01. Capres cawapresnya kita lihat diberi kemudahan untuk jadi penghapal," kata Ferdinand.

Ferdinand lantas mengatakan bahwa paslon yang diusung partainya, yakni Prabowo Subianto - Sandiaga Uno sangat siap menghadapi debat. Termasuk jika pertanyaan tak diberikan terlebih dahulu.

"Sangat siap. Justru pertanyaan harus ditutup. Ini untuk mengetahui kapasitas capres-cawapres kita," kata Ferdinand.

KPU bakal menggunakan dua format saat debat capres-cawapres 17 Januari mendatang bertema HAM, Terorisme, Hukum, dan Korupsi. KPU akan menggabungkan pertanyaan terbuka dan tertutup.

Pada pakem pertanyaan terbuka, KPU mengirimkan pertanyaan kepada para paslon 10 hari sebelum debat dilaksanakan. Ada sekitar 20 pertanyaan. Lalu, hanya tiga pertanyaan yang diajukan saat debat berlangsung.

"Nanti secara acak mereka diberi pertanyaan dari yang sudah diserahkan sebelumnya. Misal ada 20 pertanyaan, hanya tiga yang akan diajukan. Kira-kira begitu," kata Ketua KPU Arief Budiman usai rapat perdana panelis debat di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta Pusat, Sabtu (5/11).

Pakem pertanyaan tertutup sendiri adalah ketika paslon saling melempar pertanyaan. Disebut tertutup lantaran seluruh peserta debat benar-benar tidak mengetahui apapun yang akan ditanyakan oleh lawannya.
 
Artikel ini telah tayang di cnnindonesia.com dengan judul: Demokrat Persoalkan KPU Beri Pertanyaan Sebelum Debat
 
Sumber : cnnindonesia.com
 
 
 
 
- POLITIK -
Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Sandiaga Klaim Rasakan Kemenangan Seperti di Pilgub DKI 2017?

(26-03-2019 05:05:11 - Dibaca 104 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Survei JSI Sebut Elektabilitas Jokowi Tinggalkan Prabowo!

(25-03-2019 15:25:49 - Dibaca 500 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
GP Ansor Deklarasi Gerakan Rabu Putih dan Lawan Hoax!

(24-03-2019 20:25:07 - Dibaca 269 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Jika Terpilih, Prabowo Sebut Tidak Akan Impor Kecuali Sangat Terpaksa?

(24-03-2019 20:01:08 - Dibaca 327 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Prabowo Tuding Lembaga Survei di Indonesia Banyak Bohong, Apa maksudnya?

(24-03-2019 18:12:29 - Dibaca 242 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Samakan Pelaku Hoax dengan Terorisme, BPN Sebut Wiranto Lebay?

(23-03-2019 18:30:03 - Dibaca 132 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Minta Emak-emak Buat Dapur Umum Saat Pencoblosan, BPN Terbitkan Maklumat?

(23-03-2019 18:21:25 - Dibaca 272 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Soal Mobil Pelat TNI di Kampanye Prabowo, BPN Malah Kritik Kampanye Jokowi?

(23-03-2019 12:34:34 - Dibaca 365 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Kivlan Zen Sebut Ada Capres Didukung LGBT Saat Ceramah di Masjid?

(23-03-2019 10:52:31 - Dibaca 205 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Prabowo Ingin Ciptakan Banyak Orang Kaya Jika Jadi Presiden?

(22-03-2019 07:41:40 - Dibaca 596 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
BPN Sebut Wiranto Ngawur Soal Penyebar Hoaks Dianggap Teroris

(22-03-2019 06:32:46 - Dibaca 159 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Sandi Klaim OK OCE Sumbang Rp 359 M ke DKI, Ini Respon Brilian TKN Jokowi!

(22-03-2019 06:16:46 - Dibaca 871 Kali)

 
- BERITA LAIN -
Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Sandiaga Klaim Rasakan Kemenangan Seperti di Pilgub DKI 2017?

(26-03-2019 05:05:11 - Dibaca 104 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Survei JSI Sebut Elektabilitas Jokowi Tinggalkan Prabowo!

(25-03-2019 15:25:49 - Dibaca 500 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
GP Ansor Deklarasi Gerakan Rabu Putih dan Lawan Hoax!

(24-03-2019 20:25:07 - Dibaca 269 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Jika Terpilih, Prabowo Sebut Tidak Akan Impor Kecuali Sangat Terpaksa?

(24-03-2019 20:01:08 - Dibaca 327 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Warga Jakarta Bersorak Saat Anies Singgung Ahok di Peresmian MRT!

(24-03-2019 18:24:34 - Dibaca 1.052 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Prabowo Tuding Lembaga Survei di Indonesia Banyak Bohong, Apa maksudnya?

(24-03-2019 18:12:29 - Dibaca 242 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
MRT Fase Pertama Diresmikan Presiden Jokowi!

(24-03-2019 10:56:52 - Dibaca 162 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Soal Penumpang yang Gelantungan hingga Injak Kursi Kereta, Ini Respon Tegas Pihak MRT!

(24-03-2019 07:47:48 - Dibaca 621 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Samakan Pelaku Hoax dengan Terorisme, BPN Sebut Wiranto Lebay?

(23-03-2019 18:30:03 - Dibaca 132 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Minta Emak-emak Buat Dapur Umum Saat Pencoblosan, BPN Terbitkan Maklumat?

(23-03-2019 18:21:25 - Dibaca 272 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Jokowi Sebut Proyek MRT Keputusan Politiknya Bersama Ahok!

(23-03-2019 16:26:22 - Dibaca 201 Kali)

Demokrat Kritik KPU Soal Format Debat Capres-Cawapres, Mengapa?
Soal Mobil Pelat TNI di Kampanye Prabowo, BPN Malah Kritik Kampanye Jokowi?

(23-03-2019 12:34:34 - Dibaca 365 Kali)

Jika Terpilih, Prabowo Sebut Tidak Akan Impor Kecuali Sangat Terpaksa?
Warga Jakarta Bersorak Saat Anies Singgung Ahok di Peresmian MRT!
Prabowo Tuding Lembaga Survei di Indonesia Banyak Bohong, Apa maksudnya?

TERPOPULER

1. Sandiaga Sebut Ditangannya dan Anies Jakarta Jauh Lebih Baik, Benarkah?

2. PAN Sebut Amien Rais Kemungkinan akan Temui Jokowi, Mau apa?

3. Eko Patrio Sebut Komedian Tak Pernah Diperhatikan Sebelum Era Anies-Sandi, Benarkah?

4. Rizieq Dorong 4 Parpol Berkoalisi Tumbangkan Jokowi di Pilpres 2019, Sanggupkah?

5. Ingin Gabung ke Jokowi, PDIP Minta PAN Tertibkan Dulu Amien Rais!

6. Terancam Dibebastugaskan Ombudsman, Ini Reaksi Anies!

7. Anies Tetap Ngotot Tidak Akan Membuka Jalan Jatibaru, Mengapa?

8. Anies Sebut Desain Trotoar era Ahok Cuma Indah di Mata tapi Tak Indah di Hati, Apa maksudnya?

9. Mangkir Dari Panggilan Pertama, Bawaslu DKI Panggil Ulang Fadli Zon dan Neno Soal Munajat 212!

10. Anak Amien Rais ini Sebut Semua yang Dikatakan Ayahnya Berdasarkan Data, Data dari mana?




HUKUM EKONOMI REGIONAL JAKARTA KESEHATAN NASIONAL LIFESTYLE POLITIK TRAVEL INTERNASIONAL
OTOMOTIF TEKNOLOGI VIDEO SEKOLAH SPORT INSPIRATION PROPERTI PERISTIWA FINANCE

SARANGBERITA.COM adalah media informasi tentang segala macam berita nasional maupun internasional.
Sebagai media belajar, pengetahuan dan menambah wawasan.
Menyajikan berita dari berbagai sumber terpercaya baik dari Indonesia maupun dari luar Indonesia.
Copyright ET24 @022017