Jokowi Menang di NTB-NTT-Bali, Prabowo Unggul di Sumatera di Survei Kompas!
Dugaan Ujaran Kebencian, Said Aqil Dilaporkan ke Bareskrim?
Neno Dipanggil Bawaslu Lagi, Ini Pembelaan Fadli Zon!



loading...

Sarangberita.com > Jakarta
 
Anies Sebut Desain Trotoar era Ahok Cuma Indah di Mata tapi Tak Indah di Hati, Apa maksudnya?
 
12-03-2018 21:30:14 - Dibaca 3.502 Kali
 
 
Anies Sebut Desain Trotoar era Ahok Cuma Indah di Mata tapi Tak Indah di Hati, Apa maksudnya?
Sumber Foto : merdeka.com
 
loading...
 
Sejumlah kebijakan sudah berubah sejak Anies Baswedan menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta menggantikan Basuki Tjhaja Purnama alias Ahok. Salah satunya adalah Jalan MH Thamrin yang kini tidak lagi eksklusif untuk pengendara roda empat. Roda dua pun kini diperbolehkan melalui jalanan tersebut.

Selain memperbolehkan Thamrin dilalui motor duet Anies-Sandi yang memimpin DKI Jakarta ini juga mengubah tampilan trotoar di sepanjang jalan tersebut sampai Jalan Jenderal Sudirman.

Anies mengibaratkan desain trotoar saat Ahok memimpin itu hanya indah di mata tapi tidak indah di hati.

"Begitu rancangannya jadi, di situ tidak ada (jalur) kendaraan bermotor. (Desain jalan) tampaknya indah di mata, tapi tidak indah di hati," ujar Anies di Gedung RJA DPR RI, Jakarta Selatan, Jumat 9 Maret 2018.

Karena telah menghapus kebijakan pelarangan sepeda motor di Thamrin yang diterapkan era Ahok, Anies menilai diperlukan perubahan pada desain trotoar juga. "Awal saya tugas saya melihat itu. Saya katakan bongkar ganti rancangan ini, motor harus masuk Sudirman-Thamrin."


Padahal, kata Anies, sebanyak 480 motor yang mencari nafkah dengan mengantar makanan setiap harinya di kawasan tersebut.

"Kenapa motor harus masuk Sudirman-Thamrin sering tidak disadari, beruntung kita sekarang punya ojol (ojek online) Sehingga kita punya datanya. Kita panggil manajemen ojol minta data pergerakan ojek. Dan datanya per hari pengantaran ke Sudirman-Thamrin itu 480 ribu pengantaran. Makan siang, snack kue, siapa itu? Rakyat kecil di seluruh Jakarta," tambah Anies

Mantan Mendikbud itu mengingatkan, penghapusan larangan melintas sepeda motor dan jalur khusus motor di Thamrin diperlukan sebagai bentuk keberpihakan pemerintah. "Mindset-nya adalah bahwa setiap policy harus membuat kesetaraan kesempatan kepada warga Jakarta," ungkap Anies.

Beberapa titik yang masuk area penataan trotoar, yakni Patung Pemuda Membangun, Simpang Susun Semanggi, Patung Selamat Datang (Bundaran HI), dan Patung Kuda Arjuna Wiwaha.

Dalam penataan itu, nantinya kawasan pedestrian MH Thamrin sampai Sudirman akan dilengkapi fasilitas yang bermanfaat bagi warga. Di sana akan tersedia jalur khusus sepeda dan sepeda motor, tempat penyeberangan pejalan kaki, halte, dan fasilitas khusus bagi penyandang difabel dan para lanjut usia.

Implementasinya senapas dengan yang tercantum dalam Pasal 45 ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).

"Akan ada pembatas antara jalur bus dan kendaraan roda dua, dengan tiga jalur kendaraan roda empat dan busway," ujar Anies.

Selain itu, akan disediakan tempat khusus kesenian dan budaya di sejumlah titik yang telah ditentukan. Seperti di depan Gedung Panin, di bawah Jembatan Semanggi, kemudian di depan BNI 46, dan terakhir di depan Gedung Landmark.

Anies berharap, keberadaan spot budaya ini dapat mencerminkan bahwa Jakarta adalah ruang ekspresi, bukan sekadar tempat mencari penghidupan. Anies menilai lokasi Sudirman-Thamrin layak menjadi ruang ekspresi warga Jakarta.

"Kita bisa menyaksikan performa budaya, Sudirman-Thamrin tidak hanya bunyi klakson, tapi juga bunyi musik. Budaya bukan sebagai penghidupan, tapi kehidupan," ucapnya.

Kemudian, ucap Anies, pada salah satu titik pedestrian akan dibuat pakai kaca, sehingga orang yang berlalu-lalang khusus untuk anak-anak dapat melihat sebenarnya ada apa saja di bawah trotoar.

"Ini adalah lahan edukasi. Jalan-jalan itu di bawahnya banyak sekali saluran pipa pembuangan air, air bersih, kabel-kabel. Ada lubang nanti di mana anak-anak kita bisa melihat ada apa di bawah trotoar. Tempat edukasi," jelasnya.

Untuk hal biaya, Kepala Dinas Bina Marga DKI Yusmada Faizal Samad menyatakan menggunakan dana kompensasi pelampauan kelebihan lantai bangunan (KLB) PT MRT, PT Kepland Investama, dan PT Mitra Panca Persada.

PT MRT Jakarta mengerjakan penataan trotoar di enam stasiun dengan luasan 200 meter di setiap area stasiun. PT Kepland Investama mengerjakan penataan trotoar segmen Patung Kuda sampai dengan Kali Krukut.

Kemudian PT Mitra Panca Persada mengerjakan penataan trotoar segmen Kali Krukut sampai dengan Patung Pemuda dan segmen Kartika Candra hingga Jakarta Convention Center.

"Anggaran total saat ini tersedia, dua perusahaan (PT Kepland Ibvestama dan PT Mitra Panca Persada) itu ya, sekitar Rp 180 miliar, gross, kotor ya, termasuk pajak-pajak, itu Rp 180 miliar," kata Yusmada.

Trotoar ala Ahok-Djarot

Penataan trotoar di sepanjang Jalan MH Thamrin dan Jalan Sudirman sudah direncanakan sejak Ahok menjabat Gubernur DKI Jakarta. Saat itu, Ahok ingin trotoar di wilayah Ring 1 diperlebar menjadi 9-10 meter.

Pengelola gedung bertingkat pun diminta membongkar pagar agar dapat digunakan sebagai tempat hang out berbentuk kafe mini. Pada 17 Oktober 2016, Ahok menampilkan contoh kafe mini tersebut dengan meluncurkan JakBistro di Balai Kota.

"Model-model semacam ini di Eropa banyak sekali. Hanya kecil begini, terus dikasih meja-meja," ungkap Ahok.

Kafe mini tersebut merupakan kompensasi pengelola gedung yang mau membongkar pagarnya. Mereka boleh menyewakan lahan untuk menjadi lokasi kafe mini seperti JakBistro.

"Pagar yang dia buka boleh buat dia menaruh model-model seperti JakBistro ini, jadi Jakarta bisa 24 jam. Antar pagar itu bisa berjualan, seperti Sarinah sudah taruh martabak di pojok," kata Ahok.

Desain trotoar Ahok itu belum terwujud hingga dia dipenjara karena kasus penistaan agama. Ketika pemerintahan dipimpin Djarot Saiful Hidayat, rencana penataan trotoar Sudirman-Thamrin muncul kembali.

"Pertama, trotoar akan kami tanam pohon sehingga nyaman dan sejuk untuk berjalan kaki. Termasuk juga kami berikan jalur sepeda karena cukup lebar trotoarnya, antara 8-11 meter," ujar Djarot.

Selain itu, Pemprov DKI juga berencana membuat tempat penyewaan sepeda di sepanjang jalur. Harapannya, pekerja di sepanjang Sudirman-Thamrin bisa lanjut naik sepeda hingga tujuan setelah turun dari transportasi massal.

Saat itu, pengerjaan trotoar juga sudah dimulai dengan memangkas pohon-pohon di sepanjang pembatas jalur cepat. Pembatas jalur itu nantinya akan dibongkar sebab jalur lambat akan digunakan untuk perlebaran trotoar. Jalan untuk kendaraan terdiri dari lima lajur, empat bagi kendaraan pribadi, dan satu bagi transjakarta.

Korbankan Lingkungan

Pengubahan desain trotoar Jalan Sudirman-Thamrin oleh Pemprov DKI Jakarta terus menuai kritik. Pengamat tata kota Nirwono Yoga mengatakan, terdapat tujuh catatan yang harus diperhatikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam penataan kawasan tersebut.

Pertama, Nirwono menilai penebangan 541 pohon sepanjang Sudirman-Thamrin menunjukkan DKI mengorbankan unsur lingkungan.

"Tidak menerapkan konsep pembangunan ramah lingkungan, bahkan mengorbankan unsur lingkungan yang berakibat pada penurunan kualitas udara Sudirman-Thamrin," kata Nirwono kepada Liputan6.com, Jakarta, Sabtu (10/3/2018).

Nirwono menilai, seharusnya Pemprov menambah banyak pohon, bukannya menebang atau memindahkan pohon-pohon dari jalan. "Harusnya desain trotoar mengikuti dan mempertahankan pohon, bahkan menambah lebih banyak lagi pohon besar sebagai peneduh jalan dan penyerap polutan kendaraan," katanya.

Kedua, Nirwono menyatakan, penyatuan jalur motor dengan bus reguler tidak akan efektif karena akan terhambat pemberhentian bus reguler.

"Akan berdampak kelancaran arus kendaraan motor, akan terjadi pengendara motor masuk ke kanan ke jalur kendaraan pribadi atau nekat menerobos trotoar. Seharusnya pemda membatasi kendaraan motor terutama di Sudirman-Thamrin jika ingin mendorong nyaman berjalan kaki dan beralih ke transportasi massal," terangnya.

Kritik ketiga, Nirwono menyatakan, pelebaran trotoar dengan pembukaan atau pembongkaran pagar gedung-gedung membutuhkan waktu sangat lama. "Pembukaan pagar gedung juga tidak mudah karena tidak ada jaminan keamanan terhadap gedung terutama jika ada demonstrasi," ujarnya.

Keempat, desain trotoar dan JPO belum ramah dengan penyandang disabilitas. Menurutnya, trotoar harus terhubung dengan JPU dan halte Transjakarta dan MRT, di mana sampai sekarang belum ada contoh JPO dan halte yang ramah disabilitas dan lansia.

Nirwono meminta agar penerapan UU 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan harus diterapkan sebagai catatan kelima. Badan trotoar harus terbagi dengan jelas jalur untuk pejalan kaki plus jalur khusus disabilitas serta jalur sepeda sesuai amanah UU 22/2009.

Selain itu, catatan keenam dari Nirwono adalah rencana Pemprov menyediakan fasilitas kios untuk berjualan di trotoar Sudirman-Thamrin.

"Penambahan fasilitas kios patut dipertanyakan, kios ini untuk jualan koran? Apa masih ada kios koran bertahan? Atau ini kios jual beli makanan dan minuman? Bukankah ini bentuk resmi dari PKL? Apakah ini tidak melanggar UU 22/2009 dan Perda No 8/2007 tentang ketertiban umum?" kritiknya.

"Fokuskan saja trotoar hanya untuk berjalan kaki dengan aman dan nyaman," tambah Nirwono.

Sedangkan catatan terakhir atau ketujuh Nirwono terkait penataan trotoar adalah belum adanya keterpaduan trotoar dan saluran air yang akan mengakibatkan rawan dibongkar pasang.

"Selama ini tidak pernah terintegrasi dengan baik sehingga terjadi bongkar pasang trotoar," ia memungkasi.
 
Artikel ini telah tayang di merdeka.com dengan judul: Ini perbandingan trotoar era Ahok vs Anies
 
Sumber : merdeka.com
 
 
 
 
- JAKARTA -
Anies Sebut Desain Trotoar era Ahok Cuma Indah di Mata tapi Tak Indah di Hati, Apa maksudnya?
Jumlah Anggota TGUPP Tak Lagi Dibatasi di Pergub Baru Anies, Mengapa?

(11-03-2019 10:23:34 - Dibaca 82 Kali)

Anies Sebut Desain Trotoar era Ahok Cuma Indah di Mata tapi Tak Indah di Hati, Apa maksudnya?
DPRD DKI Ini Pertanyakan Soal TGUPP Ala Anies! Apa Kontribusinya?

(09-03-2019 16:06:35 - Dibaca 192 Kali)

Anies Sebut Desain Trotoar era Ahok Cuma Indah di Mata tapi Tak Indah di Hati, Apa maksudnya?
Orangtua Siswa SMK di Jakbar Ungkap Pungli Formulir KJP!

(09-03-2019 15:59:02 - Dibaca 52 Kali)

Anies Sebut Desain Trotoar era Ahok Cuma Indah di Mata tapi Tak Indah di Hati, Apa maksudnya?
Anies akan Lapor ke Rakyat Soal Penolakan Ketua DPRD DKI Jual Saham PT Delta, Rakyat yang mana?

(07-03-2019 17:47:09 - Dibaca 351 Kali)

Anies Sebut Desain Trotoar era Ahok Cuma Indah di Mata tapi Tak Indah di Hati, Apa maksudnya?
Pernah Kritik Ahok Soal Dana KLB, Ternyata Anies Bangun JPO Juga Pakai Dana KLB! Apa maksudnya?

(01-03-2019 09:52:36 - Dibaca 340 Kali)

Anies Sebut Desain Trotoar era Ahok Cuma Indah di Mata tapi Tak Indah di Hati, Apa maksudnya?
Rencana Anies Kucurkan APBD Lewat Ormas Didukung Gerindra, Mengapa?

(16-02-2019 09:13:11 - Dibaca 485 Kali)

Anies Sebut Desain Trotoar era Ahok Cuma Indah di Mata tapi Tak Indah di Hati, Apa maksudnya?
Sandiaga Klaim OK OCE Ciptakan 65.000 UMKM, PDIP: Fakta di Lapangan Tidak Ada!

(15-02-2019 10:48:47 - Dibaca 319 Kali)

Anies Sebut Desain Trotoar era Ahok Cuma Indah di Mata tapi Tak Indah di Hati, Apa maksudnya?
Green Peace Sebut Tingkat Polusi di DKI Tinggi, Ini Kata Anies!

(15-02-2019 10:26:02 - Dibaca 85 Kali)

Anies Sebut Desain Trotoar era Ahok Cuma Indah di Mata tapi Tak Indah di Hati, Apa maksudnya?
Ibu ini Protes Dishub DKI Soal Razia Parkir Liar yang Tak Adil!

(30-01-2019 13:48:35 - Dibaca 134 Kali)

Anies Sebut Desain Trotoar era Ahok Cuma Indah di Mata tapi Tak Indah di Hati, Apa maksudnya?
Sejumlah Jalan di Jakarta Tergenang Air, Kok bisa?

(25-01-2019 09:56:04 - Dibaca 342 Kali)

Anies Sebut Desain Trotoar era Ahok Cuma Indah di Mata tapi Tak Indah di Hati, Apa maksudnya?
Ada 370 Kasus DBD di DKI, Ini Kata Gubernur Anies!

(23-01-2019 19:51:21 - Dibaca 201 Kali)

Anies Sebut Desain Trotoar era Ahok Cuma Indah di Mata tapi Tak Indah di Hati, Apa maksudnya?
Hari Ini Bawaslu Bogor Putuskan Laporan Pose Dua Jari Anies!

(11-01-2019 12:12:04 - Dibaca 186 Kali)

 
- BERITA LAIN -
Anies Sebut Desain Trotoar era Ahok Cuma Indah di Mata tapi Tak Indah di Hati, Apa maksudnya?
Jokowi Menang di NTB-NTT-Bali, Prabowo Unggul di Sumatera di Survei Kompas!

(20-03-2019 09:19:40 - Dibaca 510 Kali)

Anies Sebut Desain Trotoar era Ahok Cuma Indah di Mata tapi Tak Indah di Hati, Apa maksudnya?
Dugaan Ujaran Kebencian, Said Aqil Dilaporkan ke Bareskrim?

(20-03-2019 08:33:19 - Dibaca 387 Kali)

Anies Sebut Desain Trotoar era Ahok Cuma Indah di Mata tapi Tak Indah di Hati, Apa maksudnya?
Neno Dipanggil Bawaslu Lagi, Ini Pembelaan Fadli Zon!

(19-03-2019 09:16:55 - Dibaca 488 Kali)

Anies Sebut Desain Trotoar era Ahok Cuma Indah di Mata tapi Tak Indah di Hati, Apa maksudnya?
Ratna Sarumpaet Berdoa Semoga Diberi Keadilan di Sidang Putusan Sela

(19-03-2019 09:02:17 - Dibaca 128 Kali)

Anies Sebut Desain Trotoar era Ahok Cuma Indah di Mata tapi Tak Indah di Hati, Apa maksudnya?
Saat Bobol ATM, Ramyadjie Priambodo Menyamar Jadi Perempuan Berhijab!

(18-03-2019 15:20:54 - Dibaca 699 Kali)

Anies Sebut Desain Trotoar era Ahok Cuma Indah di Mata tapi Tak Indah di Hati, Apa maksudnya?
Prabowo Minta Pendukung Jaga TPS dan Jangan Sampai Tuyul Nyoblos?

(18-03-2019 15:09:19 - Dibaca 257 Kali)

Anies Sebut Desain Trotoar era Ahok Cuma Indah di Mata tapi Tak Indah di Hati, Apa maksudnya?
Habibburakhman Sindir Romi di Areal Debat Cawapres, Mengapa?

(17-03-2019 19:37:49 - Dibaca 152 Kali)

Anies Sebut Desain Trotoar era Ahok Cuma Indah di Mata tapi Tak Indah di Hati, Apa maksudnya?
Penyebar Berita Skimming Kerabat Prabowo Bakal Dipolisikan BPN?

(17-03-2019 19:20:45 - Dibaca 515 Kali)

Anies Sebut Desain Trotoar era Ahok Cuma Indah di Mata tapi Tak Indah di Hati, Apa maksudnya?
Survei SMRC Sebut Gap Elektabilitas 01 dan 02 Makin Lebar!

(17-03-2019 19:13:26 - Dibaca 400 Kali)

Anies Sebut Desain Trotoar era Ahok Cuma Indah di Mata tapi Tak Indah di Hati, Apa maksudnya?
Survei SMRC Ungkap Mayoritas Responden Tak Percaya Hoaks soal Jokowi!

(17-03-2019 19:07:36 - Dibaca 429 Kali)

Anies Sebut Desain Trotoar era Ahok Cuma Indah di Mata tapi Tak Indah di Hati, Apa maksudnya?
Kerabat Prabowo Kena Kasus Skimming, Ini Kata Gerindra!

(17-03-2019 16:49:39 - Dibaca 417 Kali)

Anies Sebut Desain Trotoar era Ahok Cuma Indah di Mata tapi Tak Indah di Hati, Apa maksudnya?
Diduga Skimming BCA, Kerabat Prabowo Ditangkap Polisi!

(17-03-2019 16:43:35 - Dibaca 401 Kali)

Ratna Sarumpaet Berdoa Semoga Diberi Keadilan di Sidang Putusan Sela
Saat Bobol ATM, Ramyadjie Priambodo Menyamar Jadi Perempuan Berhijab!
Prabowo Minta Pendukung Jaga TPS dan Jangan Sampai Tuyul Nyoblos?

TERPOPULER

1. Sandiaga Sebut Ditangannya dan Anies Jakarta Jauh Lebih Baik, Benarkah?

2. PAN Sebut Amien Rais Kemungkinan akan Temui Jokowi, Mau apa?

3. Eko Patrio Sebut Komedian Tak Pernah Diperhatikan Sebelum Era Anies-Sandi, Benarkah?

4. Rizieq Dorong 4 Parpol Berkoalisi Tumbangkan Jokowi di Pilpres 2019, Sanggupkah?

5. Ingin Gabung ke Jokowi, PDIP Minta PAN Tertibkan Dulu Amien Rais!

6. Terancam Dibebastugaskan Ombudsman, Ini Reaksi Anies!

7. Anies Tetap Ngotot Tidak Akan Membuka Jalan Jatibaru, Mengapa?

8. Anies Sebut Desain Trotoar era Ahok Cuma Indah di Mata tapi Tak Indah di Hati, Apa maksudnya?

9. Mangkir Dari Panggilan Pertama, Bawaslu DKI Panggil Ulang Fadli Zon dan Neno Soal Munajat 212!

10. Anak Amien Rais ini Sebut Semua yang Dikatakan Ayahnya Berdasarkan Data, Data dari mana?




HUKUM EKONOMI REGIONAL JAKARTA KESEHATAN NASIONAL LIFESTYLE POLITIK TRAVEL INTERNASIONAL
OTOMOTIF TEKNOLOGI VIDEO SEKOLAH SPORT INSPIRATION PROPERTI PERISTIWA FINANCE

SARANGBERITA.COM adalah media informasi tentang segala macam berita nasional maupun internasional.
Sebagai media belajar, pengetahuan dan menambah wawasan.
Menyajikan berita dari berbagai sumber terpercaya baik dari Indonesia maupun dari luar Indonesia.
Copyright ET24 @022017