Ini 5 Buah yang Bisa atasi Asam Lambung dengan Cepat!
Begini Cara Tentukan Waktu Berjemur yang Baik!
Raja Salman bakal Hukum Warganya yang Nekat Pergi ke Indonesia?

loading...
 

Sarangberita.com > Politik
 
Polemik PDIP Vs Demokrat soal Bansos Era Jokowi dan SBY
 
30-05-2021 14:46:24 - Dibaca 462 Kali
 
 
Polemik PDIP Vs Demokrat soal Bansos Era Jokowi dan SBY
Petugas dari POS Indonesia menyalurkan bansos dalam bentuk tunai (BLT) sebesar Rp 300 ribu kepada warga RW 05, Kenari, Jakarta, Rabu, 6 Januari 2021. (Bisma/Septalisma)
 
loading...
 
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Demokrat berpolemik soal bantuan sosial (bansos).

Perdebatan itu diawali oleh Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto yang mengungkit cerita saat menjadi saksi penyelenggaraan Pemilu 2009.

Dia bilang penyelenggaraan Pemilu 2009 diwarnai manipulasi berupa politisasi bansos ala mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra. Hal itu membuat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendapatkan julukan 'Bapak Bansos Indonesia'.

"Pada 2009 saya jadi saksi bagaimana manipulasi itu dapat dilakukan, bagaimana politik bansos ala Thaksin itu dilakukan sehingga ada yang menjuluki SBY itu 'Bapak Bansos Indonesia'," kata Hasto dalam diskusi yang digelar PARA Syndicate, Jumat (28/5).

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Demokrat, Rachland Nashidik, angkat bicara merespons pernyataan Hasto itu. Ia menyinggung penyimpangan bansos yang dilakukan oleh beberapa politikus PDIP. Ia menyebut bansos bagi PDIP dipandang sebagai instrumen elektoral.

Salah satu politikus PDIP yang disebut Rachland adalah Juliari Batubara yang tersandung korupsi bansos kasus Covid-19 saat menjabat sebagai Menteri Sosial, serta sosok 'Madam bansos.'

Namun, ia tak menyebut siapa 'Madam bansos' yang dimaksud dalam cuitannya. Sebagaimana tersebar di media sosial, julukan madam bansos merujuk pada salah satu petinggi PDIP.

"Bagi PDIP, bansos justru instrumen elektoral. Tak percaya? Coba Hasto tanya Mensos Juliari atau, bila dicegah KPK, pada Madam Bansos," ucap Rachland lewat akun Twitternya @RachlandNashidik, Jumat (28/5).


Bansos di era SBY dikenal dengan sebutan bantuan langsung tunai alias BLT. Kader Partai Demokrat Bramantyo Suwondo pernah meminta agar Presiden Joko Widodo memberikan BLT seperti yang pernah berjalan di pemerintahan SBY. Permintaan itu disampaikan Bramantyo mengkritik langkah Jokowi yang membuat program Kartu Prakerja di awal-awal masa pandemi Covid-19.

"Melihat kendala pemberian sembako dan program Kartu Prakerja yang justru mengundang kritik, alangkah baiknya bila bantuan dari pemerintah itu dilaksanakan secara langsung dan konkret lewat program BLT," kata Bramantyo kepada wartawan, 5 Mei 2020.

Bramantyo berpendapat program BLT yang dijalankan SBY ketika itu terbukti ampuh menolong rakyat dari krisis. Menurutnya, di tengah krisis seperti saat ini, BLT lebih dibutuhkan masyarakat ketimbang pelatihan kerja.

Berdasarkan penelusuran CNNIndonesia.com, BLT mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2005 tentang Pelaksanaan BLT kepada Rumah Tangga Miskin, SBY menggerakkan program BLT tanpa syarat pada Oktober 2005 sampai Desember 2006 dengan target 19,2 juta keluarga miskin.

Target utama dari program pemerintah itu adalah keluarga miskin dengan anak berusia antara 0 sampai 15 tahun, atau ibu yang sedang hamil saat ini. Dana tunai akan diberikan kepada keluarga pendaftar selama enam tahun. Program ini telah diberikan ke 20 provinsi, 86 daerah dan 739 sub daerah dengan jumlah yang telah berhasil 816 ribu keluarga miskin.

Saat itu, target penerima BLT mendapatkan transfer tunai Rp300 ribu yang dikirim melalui kantor pos. Pembayaran dilakukan secara tiga tahap dimulai pada bulan Oktober dan tambahan pembayaran sebesar Rp300 ribu sisannya diberikan pada tahun berikutnya dengan total insentif Rp1,2 juta per rumah tangga.

Program serupa kemudian kembali digerakkan tiga tahun berselang berdasarkan Instruksi Presiden Indonesia Nomor 3 Tahun 2008 tentang Pelaksanaan Program BLT untuk Rumah Tangga Sasaran.

Namun, total nomimal yang diberikan kepada masyarakat dipangkas menjadi Rp900 ribu dan ditutup setelah sembilan bulan.

Program BLT dilaksanakan berdasarkan koordinasi lintas sektoral yang bekerja sama berdasarkan fungsi dan tugas pokok masing-masing lembaga. Penanggung jawab penyaluran dana BLT adalah Departemen sosial yang bekerja sama dengan berbagai instansi pemerintah terkait.

Depsos memiliki kewajiban untuk menyiapkan dana berdasarkan daftar nominatif dan menyampaikan surat perintah kepada PT Pos Indonesia untuk membayarkan dana BLT.

Melalui Kepmensos No. 28/HUK/2008, Menteri Sosial menunjuk PT Pos Indonesia dan BRI sebagai pelaksana penyaluran dana BLT 2008 kepada masyarakat.

Mekanisme data penerima BLT saat itu berada di tangan Badan Pusat Statistik (BPS) pusat. Daftar nama dan alamat penerima saat itu disimpan dalam sistem database BPS, Departemen Sosial, dan PT Pos Indonesia.

Pengiriman data berdasarkan nama dan alamat rumah tangga sasaran dari BPS ke PT Pos Indonesia secara nasional. Selanjutnya, pengecekan kelayakan daftar rumah tangga sasaran di tingkat desa/kelurahan.



Berbeda, Jokowi memilih memberikan bantuan kombinasi uang tunai dan sembako untuk warga dan subsidi gaji khusus bagi pekerja di tengah pandemi Covid-19.
Khusus subsidi gaji, total jumlahnya Rp2,4 juta per orang dengan target 15,7 juta pekerja. Subsidi gaji diberikan pemerintah mengacu pada data para pekerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Insentif atau cash transfer juga hanya diberikan ke pekerja yang penghasilannya Rp5 juta per bulan dengan iuran BPJS Ketenagakerjaan di bawah Rp150 ribu per bulan.

Mekanisme penyaluran bantuan diberikan sebesar Rp600 ribu per bulan selama empat bulan. Dana akan langsung diberikan per dua bulan ke rekening masing-masing pekerja demi mencegah penyalahgunaan terjadi.

Namun, pemerintah mengubah kembali mekanisme penyaluran bansos sejak awal tahun ini. Setidaknya, ada tiga jenis bansos yang akan disalurkan, yakni program keluarga harapan (PKH), program sembako, dan bantuan sosial tunai (BST).

Menteri Sosial Tri Rismaharini menjelaskan bahwa penyaluran bansos dilakukan dengan mekanisme yang berbeda-beda. PKH misalnya, disalurkan oleh himpunan bank-bank milik negara (himbara) kepada 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM).

PKH menyasar sejumlah kelompok seperti keluarga yang di dalamnya terdapat ibu hamil, anak usia dini, anak sekolah, penyandang disabilitas, hingga lanjut usia. Bantuan ini diberikan tiap tiga bulan sekali selama satu tahun, yakni Januari, April, Juli dan Oktober.

Sementara, bantuan sembako akan diberikan kepada 18,8 juta penerima. Bantuan senilai Rp200 ribu ini akan disalurkan mulai Januari hingga Desember 2021. Bantuan ini disalurkan oleh PT Pos Indonesia dengan cara petugas mendatangi masing-masing rumah penerima.

Khusus bagi warga Jabodetabek yang semula menerima bantuan sembako, mulai tahun 2021 tidak akan lagi menerima bantuan yang sama dan diganti dengan bantuan tunai langsung.

Sementara, untuk program BST penyalurannya juga akan dilakukan oleh PT Pos Indonesia. Bantuan ini diberikan kepada 10 juta penerima di seluruh Indonesia. Setiap penerima bantuan sosial tunai akan mendapatkan uang tunai sebesar Rp300 ribu yang diberikan selama empat bulan berturut-turut, terhitung sejak Januari hingga April 2021.


Infografis Daftar Bansos di 2021. (CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi)
 
Video :
 
Artikel ini telah tayang di cnnindonesia.com dengan judul: Polemik PDIP Vs Demokrat soal Bansos Era Jokowi dan SBY
 
Sumber : cnnindonesia.com
 
 
 
 
- POLITIK -
Polemik PDIP Vs Demokrat soal Bansos Era Jokowi dan SBY
Anggota DPR Dapat Hotel Buat Isoman, Politikus PKS Tak Persoalkan?

(29-07-2021 06:32:59 - Dibaca 153 Kali)

Polemik PDIP Vs Demokrat soal Bansos Era Jokowi dan SBY
Mahfud Tegaskan Pemerintah Jokowi Tak Bisa Dijatuhkan karena Alasan Covid-19!

(27-07-2021 10:23:19 - Dibaca 292 Kali)

Polemik PDIP Vs Demokrat soal Bansos Era Jokowi dan SBY
Andi Arief Sebut Rezim Jokowi Bingung Lawan Pandemi?

(23-07-2021 13:22:42 - Dibaca 160 Kali)

Polemik PDIP Vs Demokrat soal Bansos Era Jokowi dan SBY
BEM FISIP Unpad Lontarkan Kritik: 'Kami Bersama Jokowi, tapi Boong!', Apa maksudnya?

(16-07-2021 18:14:37 - Dibaca 273 Kali)

Polemik PDIP Vs Demokrat soal Bansos Era Jokowi dan SBY
Disindir Andre, Ibas Tak Hadir Rapat Komisi VI DPR-Menteri BUMN

(08-07-2021 14:23:22 - Dibaca 529 Kali)

Polemik PDIP Vs Demokrat soal Bansos Era Jokowi dan SBY
Soal Usulan 'Pemerintah Bikin RS Khusus Pejabat', Ini Klarifikasi PAN!

(08-07-2021 09:05:02 - Dibaca 227 Kali)

Polemik PDIP Vs Demokrat soal Bansos Era Jokowi dan SBY
AHY Ragu Negara Bisa Selamatkan Rakyat Dari Pandemi? Apa maksudnya?

(07-07-2021 21:02:31 - Dibaca 464 Kali)

Polemik PDIP Vs Demokrat soal Bansos Era Jokowi dan SBY
Soal Kedatangan WNA, Aktivis Mahasiswa Ini Tantang Luhut Debat Terbuka?

(07-07-2021 09:15:46 - Dibaca 270 Kali)

Polemik PDIP Vs Demokrat soal Bansos Era Jokowi dan SBY
Ibas Ingatkan Pemerintah Jangan Sampai Jadi Failed Nation???

(06-07-2021 18:07:43 - Dibaca 2.508 Kali)

Polemik PDIP Vs Demokrat soal Bansos Era Jokowi dan SBY
PPKM Darurat, HNW Soroti Adanya Manuver Politik Inkonstitusional?

(04-07-2021 06:44:41 - Dibaca 435 Kali)

Polemik PDIP Vs Demokrat soal Bansos Era Jokowi dan SBY
Soal Medsos Pengurus BEM UI Diretas, PKS Salahkan Pemerintah?

(28-06-2021 13:29:57 - Dibaca 436 Kali)

Polemik PDIP Vs Demokrat soal Bansos Era Jokowi dan SBY
Politikus PKS Ini Ngotot Minta Pemerintah Lockdown Total, Mengapa?

(25-06-2021 16:39:01 - Dibaca 259 Kali)

 
- BERITA LAIN -
Polemik PDIP Vs Demokrat soal Bansos Era Jokowi dan SBY
Ini 5 Buah yang Bisa atasi Asam Lambung dengan Cepat!

(30-07-2021 10:37:48 - Dibaca 216 Kali)

Polemik PDIP Vs Demokrat soal Bansos Era Jokowi dan SBY
Begini Cara Tentukan Waktu Berjemur yang Baik!

(30-07-2021 08:59:40 - Dibaca 123 Kali)

Polemik PDIP Vs Demokrat soal Bansos Era Jokowi dan SBY
Raja Salman bakal Hukum Warganya yang Nekat Pergi ke Indonesia?

(30-07-2021 07:37:05 - Dibaca 255 Kali)

Polemik PDIP Vs Demokrat soal Bansos Era Jokowi dan SBY
Waduh! Jonatan Christie Tersingkir dari Olimpiade Tokyo 2020

(29-07-2021 18:27:41 - Dibaca 314 Kali)

Polemik PDIP Vs Demokrat soal Bansos Era Jokowi dan SBY
Indonesia! Anthony Ginting Lolos ke Perempat Final Olimpiade Tokyo

(29-07-2021 18:06:42 - Dibaca 310 Kali)

Polemik PDIP Vs Demokrat soal Bansos Era Jokowi dan SBY
Badminton Olimpiade Tokyo: Ini Jadwal Wakil Indonesia Hari Ini!

(29-07-2021 06:44:25 - Dibaca 231 Kali)

Polemik PDIP Vs Demokrat soal Bansos Era Jokowi dan SBY
Anggota DPR Dapat Hotel Buat Isoman, Politikus PKS Tak Persoalkan?

(29-07-2021 06:32:59 - Dibaca 153 Kali)

Polemik PDIP Vs Demokrat soal Bansos Era Jokowi dan SBY
Tekuk Singapore, Jonatan Christie Mantap ke Fase Gugur!

(28-07-2021 20:07:12 - Dibaca 254 Kali)

Polemik PDIP Vs Demokrat soal Bansos Era Jokowi dan SBY
Kemarahan Panglima atas Tindakan Anggota TNI AU yang Injak Kepala Warga Disabilitas!

(28-07-2021 15:45:41 - Dibaca 307 Kali)

Polemik PDIP Vs Demokrat soal Bansos Era Jokowi dan SBY
Wow! Filipina Beri Bonus Rp9,5 Miliar ke Peraih Emas Olimpiade

(28-07-2021 14:32:39 - Dibaca 190 Kali)

Polemik PDIP Vs Demokrat soal Bansos Era Jokowi dan SBY
Sedih! Praveen/Melati Tersingkir dari Olimpiade Tokyo 2020

(28-07-2021 09:22:06 - Dibaca 294 Kali)

Polemik PDIP Vs Demokrat soal Bansos Era Jokowi dan SBY
Pemerintah Saudi Ancam Cekal 3 Tahun Warganya yang ke Indonesia?

(28-07-2021 08:47:39 - Dibaca 237 Kali)

Waduh! Jonatan Christie Tersingkir dari Olimpiade Tokyo 2020
Indonesia! Anthony Ginting Lolos ke Perempat Final Olimpiade Tokyo
Badminton Olimpiade Tokyo: Ini Jadwal Wakil Indonesia Hari Ini!

TERPOPULER

1. Anies Tantang Balik yang Kritik Untuk Atasi Masalah Kali Item!

2. Prabowo Sebut Rakyat Sudah Lelah dengan Pemerintahan yang Kotor?

3. Proyek 6 Ruas Tol DKI Diambil Alih Pemerintah Pusat Karena Anies Menolak Lanjutkan?

4. Anies Tolak Laporkan Hadiah dari Ulama Ghana, Ini Reaksi Tegas KPK!

5. Setelah Singapura, Sandiaga akan Kunker ke Rusia, Mau apa?

6. Ini Alasan Sandiaga Pemprov DKI Impor Bawang Putih dari China!

7. Dinilai Mampu Putus Rezim yang Zalim, Antasari Deklarasi Dukung Jokowi!

8. Prabowo-Amien-Fuad Bawazier Serang Soal Freeport, Inilah Jawaban Brilian Presiden Jokowi!

9. 18 Lembaga Negara Bakal Dibubarkan Jokowi!

10. Anies Bentuk Tim Baru Untuk Atasi Masalah Dalam Perumusan, Perumusan apa?



DAERAH SEPAKBOLA UNIK BADMINTON MOTOGP FOOD HIBURAN JAKARTA KESEHATAN NASIONAL
LIFESTYLE POLITIK TRAVEL INTERNASIONAL OTOMOTIF TEKNOLOGI VIDEO PENDIDIKAN SPORT INSPIRATION

SARANGBERITA.COM adalah media informasi tentang segala macam berita nasional maupun internasional.
Sebagai media belajar, pengetahuan dan menambah wawasan.
Menyajikan berita dari berbagai sumber terpercaya baik dari Indonesia maupun dari luar Indonesia.
Copyright ET24 @022017